Bersilang suara di kepala (bersilang suara di kepala)
Tentang waktu yang tersisa (tentang waktu yang tersisa)
Berapa menit tambahan yang kau miliki
Sebelum peluit panjang jangan oh jangan
Oh jangan berhenti …..
Sore, malam, pagi dalam tiap putaran kencang roda sepeda. Playlist Lomba Sihir “Obrolan Jam 3 Pagi” setia menemani. Salah satu lagu memorable yang membahagiakan dan berkesan dihati, diantara sekian lagu lainnya. Dalam renungan putaran roda sepeda, berputar pula memori otak mengingat ingat, kira-kira hal apa saja yang selama ini terlewatkan yang sebenarnya masih bisa dimaknai ulang, atau mungkin dicoba lagi. Ya memang bukan untuk berhasil. Tapi untuk terus mengisi menit tambahan yang dimiliki.
Beri paham pikirmu
Selalu ada kesempatan kedua
Beri paham dirimu
Ada ruang tuk lembaran kedua …..
Perjalanan kesana-kemari, cycling sendirian, dengerin lagu yang bikin berpikir lebih dalam dan ujungnya adalah grateful. syukur karena: masih bisa ngerasa sakit, senang, bingung. Masih punya pilihan mau jadi lebih baik atau berhenti di tempat, masih punya waktu, entah sampai kapan, tapi masih ada, kita gak sendirian, ada Tuhan, ada ibadah, ada musik (bagi yang bilang haram jangan dengerin ya), ada momen-momen mikir sejenak kayak gini.
Mungkin juga soal kehambaan, selama ini jika ditotal total, hidup begitu jauh dari tuhan. Suara-suara hati dan jiwa yang mengingatkan untuk kembali pada tuhan, justru dinafikkan, dengan alasan ngga pantaslah, alasan udah ngga ada kesempatan lagi, aku udah terlalu jauh. Tapi di part lirik di atas kayak difahamkan lagi, bahwa semua asumsi dan anggapan “udah ngga pantas”, “ngga ada kesempatan lagi” itu terpatahkan.Rahmat dan kasih sayang Tuhan selalu terbuka. Mungkin prosesnya lebih berat, karena harus melawan stigma yang terpahat dalam kepala selama ini, melawan cibiran dari sekitar dan ini-itu. Ya tapi kesempatan kedua itu selalu ada, masih ada menit dan waktu sisa yang bisa diisi untuk kembali pada jalan yang diridhoi.
Mungkin juga soal lainnya, kerjaan? Percintaan, yang kadang cuma excited sendirian, atau tidak sesuai harapan dan impian? Mungkin Kehidupan? Apapun itu, seperti kata diawal lirik itu, ya apapun suara yang bersilang dikepala tentang kehidupan, semua kemungkinan buruk apapun bisa terjadi. Tapi selalu fahamkan bahwa kesempatan kedua selalu ada.Jangan terlalu berpikir jauh nanti-nanti. Jika dibayangkan menit-menit tambahan sisa, maka menjalaninya itu akan lebih menyenangkan.
Sekali lagi bukan buat berhasil, ya tapi untuk mengisi menit-menit tambahan yang diberikan. Pas juga ketemu quote dari alwijo “Every no, is one step closer to a yes.”
Dalam tema ini, teringat kembali hakikat seorang hamba yang merupakan objek dari Yang Kuasa. Semua potensial yang diberikan-Nya digunakan sebaik mungkin. Tidak untuk terjadi sesuai impian atau yang diinginkan, lebih dari itu untuk menjalankan perintah-Nya — untuk mengabdi dan menghamba.Sadar bahwa untuk sekedar bermimpi dan mewujudkan keinginan saja tidak bisa sendiri. Semua kesombongan, keputusasaan disadarkan dan diruntuhkan. Bahwa semua hal, untuk sekedar hidup saja, perlu Tuhan yang menopangnya. Bersepeda ini jadi reminder: setiap putaran roda, setiap nafas, setiap detik yang masih diberikan — bukan hak, tapi amanah. Bukan untuk dipaksa sesuai kemauan, tapi untuk dijalankan sesuai kehendak-Nya.Menit-menit tambahan yang tersisa bukan untuk ego, tapi untuk penghambaan yang lebih baik.
Manna Kampus — 18.35.